Rabu, 09 Juli 2014

#6

bismillaahirrahmaanirrahiim
semoga Allah selalu meneduhkan hati kita di bulan yang suci dan penuh berkah ini.
Rekan pembaca yang budiman, berhati-hatilah ketika kita melakukan sesuatu di dunia ini. Ada langkah2 yang sekiranya itu benar tetapi justru tidak terlihat baik di mata kita. Tetapi selalu ada langkah2 buruk yang justru mudah untuk kita jalani. Itulah hidup di dunia. Dunia ini tidak lebih dari imajinasi. Segala hal yang berhubungan dengan angan2 serta sesuatu yang terbolak balik selalu meliputi kita. Kebenaran dan keridhoan Allah tidak akan diperoleh dengan mudah. Bahkan itu sulit dan terlalu sulit untuk kita. Tapi kita manusia sebagai makhluk yang sebaik-baiknya harus selalu melakukan sesuatu dengan pikiran dan hati yang jernih. Allah telah memberi kita akal pikiran yang digunakan untuk berpikir demi kebaikan dan kedamaian hidup di dunia ini. Nafsu yang ada pada diri kita hendaknya selalu diarahkan menjadi sebuah energi positif dan tidak menuruti keburukan di dalamnya. Bagaimana cara mengendalikan semua itu? Dengan keislaman kita dan keimanan yang baik dan kuat maka akan memantapkan langkah kita ke jalan Allah. Mendekatkan diri kepada Allah, terus berikhtiar dan berdoa padaNya. Semua itu butuh proses, yang di dalamnya selalu ada kesulitan dari setan yang mengajak kita meninggalkannya. Bersabarlah karena Allah bersama orang-orang yang sabar.

Jumat, 04 Juli 2014

#5

Terkadang manusia selalu menganggap bahwa hidup ini tidak adil. Saat cahaya itu redup maka terbesit pada hatinya untuk melakukan hal-hal di luar batas demi mendapatkan cahaya itu kembali. Padahal cara yang digunakan terlalu berani untuk menantang resiko nanti di akhirat. Mereka dalam hatinya tak terbesit rasa bersalah telah melanggar larangan tersebut, justru bangga karena cahaya itu telah kambali menjadi miliknya. Ingatlah terkadang sinar bintang tak terlihat oleh kita karena ada awan hitam yang akan menjadi butiran air hujan dan membasahi bumi ini menghalanginya. Bintang tidak ingin sombong karena sinarnya yang menyilaukan mata terus dipandangi dan dipuji manusia yang melihat. Dia juga tidak menganggap si awan menghalangi sinarnya, tapi dia tahu berbagi dengan si awan hitam justru membawa kebahagiaan untuk semua.
Jadi lebih baik kita menyadari bahwa tidak semua kehadiran kita disambut baik oleh lingkungan. Menyadari bahwa pasti ada yang iri ketika sinar kita lebih bersinar itu lebih baik daripada terus mengumbar sinar tersebut sehingga menimbulkan dendam yang tertutup oleh cinta yang palsu.

#4

Ulang tahun merupakan salah satu moment yang dinanti dalam perjalanan hidup manusia. Ulang tahun dimaknai sebagai sesuatu yang bahagia dan tak ada kesedihan sedikitpun di dalamnya. Maka tak jarang ulang tahun itu dilewatkan dengan cara merayakannya. Adalah kebahagiaan tersendiri bagi setiap orang yang telah menantikan kehadiran moment yang dianggap spesial ini dengan membuat acara ulang tahun mengundang para keluarga, teman, sahabat, dan bermacam-macam. Meskipun tak sedikit yang melupakan arti dari ulang tahun sesungguhnya. Jika ditilik lebih dalam, maka sebenarnya ulang tahun adalah pertambahan jumlah usia dan pengurangan sisa hidup di dunia. Itulah makna yang sesungguhnya. Bersuka cita tentu diperbolehkan, tetapi alangkah baiknya jika dilewati dengan lebih bijak dan lebih sakral sehingga mendapatkan makna yang sebenarnya. Bukan menghambur-hamburkan uang dengan menggelar pesta yang meriah meskipun kita dianugerahi rezeki lebih oleh Allah. Alangkah baiknya jika rezeki itu dibagikan kepada orang yang lebih membutuhkan. Selain sebagai lambang rasa syukur karena masih diberi kesempatan untuk hidup sampai detik itu, adalah cara kita untuk menabung sebagai bekal di akhirat nanti. Rasa syukur yang terwujud dalam hadirnya moment ulang tahun hendaknya diiringi dengan sikap introspeksi dan akan lebih baik lagi jika kita segera memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan sehingga menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Karena sejatinya kita tak pernah tahu kapan ajal menjemput dan waktu akan berhenti berputar.

Kamis, 03 Juli 2014

#3

Cinta terkadang tak pernah diduga kedatangannya. Sekalipun dia telah hadir dalam hidup kita, terkadang kita jarang menyadarinya. Cinta adalah suatu anugerah yang indah dari Allah SWT. Memang, ketika cinta terasa indah hati ini tak ingin lepas sedetikpun dari orang yang dicintai. Namun ketika cinta itu hanya membuat sesak, pastilah kita ingin membunuh cinta itu cepat-cepat. Setiap orang terlahir dengan cinta. Lalu pantaskah kita untuk menggantikan cinta itu dengan rasa benci? Tak ada yang salah dengan cinta. Cinta adalah suatu perasaan naluri yang wajar dimiliki setiap insan manusia. Adalah bagaimana cara kita mengendalikan perasaan itu agar tidak jatuh dan berbelok menjadi cinta yang tidak suci. Kesucian cinta hanya bisa dijaga ketika hati kita suci, pikiran kita jernih, dan yang terpenting adalah kita selalu dekat dengan Allah.

Rabu, 02 Juli 2014

#2

Setiap manusia pernah merasakan kehilangan. Kehilangan orang yang kita cintai adalah salah satu bagian dalam hidup yang menyakitkan. Kita biasanya akan terlarut dalam kesedihan yang mendalam. Sesuatu yang sungguh tak pernah kita harapkan. Dampak yang lebih jauh adalah timbulnya suatu trauma yang sangat dalam. Hal ini tentu akan mengganggu psikologisnya. Trauma ini akan dibawa sampai dewasa nanti. Manusia yang mengalami trauma seperti ini akan takut untuk mencintai seseorang seperti yang telah dilakukan sebelumnya. Baginya cinta adalah suatu hal yang menyakitkan dan hanya meninggalkan kesedihan karena kehilangan. Padahal jika kita renungkan sejenak, Allah memberi cinta dan kedamaian dalam hati setiap hamba-Nya. Cinta itu untuk menguatkan, melindungi, dan saling melengkapi satu sama lain. Bukankah tidak ada kesia-siaan Allah menciptakan apa yang ada di langit dan di bumi? Hanyalah orang-orang yang ikhlas dan sabar yang akan mengingat Allah ketika ditimpa musibah. Jadi, bagi setiap insan yang mengalami kehilangan orang yang dicinta tidak seharusnya larut dalam kesedihan terus-menerus. Hidup ini akan terus berjalan dengan atau tanpa kita.

#1

Seorang anak yang terlahir ke dunia tidak pernah menginginkan hidupnya tidak bahagia. Ketika dia telah melihat dunia yang indah itu, mencoba berpijak dan melangkah di atasnya, ternyata tak semulus yang dibayangkan. Dunia ini terasa menghimpit dan tak jarang lebih sering menerima kepahitan daripada  kebahagiaan. Ya, itulah yang dinamakan dunia. Kenikmatan hanya sesaat dan semu. Namun bagaimanapun kehidupan ini, harus tetap dijalani. Kesabaran dan keikhlasan adalah pendamping yang baik.